Sekedar sharing aja nih gan, Basically Molecular Gastronomy itu adalah penggabungan antara 2 Jenis bidang, yaitu Cooking dan Science. pada dasarnya ilmu molecular gastronomy itu udah lama dipake di dunia permasakan dan permakananan plus perminuman, terutama untuk skala pabrik. Intinya molecular gastronomy ini teknik merekayasa molekul makanan lah simpelnya.
Tujuannya buat apa sih ? Nah ini dia nih yang paling beragam jawabannya! hehehe 1. Untuk dapetin kualitas terbaik dari bahan baku yang kita gunakan (misalnya kita mau bikin selai stroberi nih. Biasanya ditambahin bahan molecular namanya Pectin. Pectin ini sebenernya udah terkandung dalam buah-buahan berry, tapi kadar nya ga cukup tinggi untuk bikin selainya kental. kadang bisa diakalin pake tambahan gula untuk kasih efek kental nya, tapi kan pusing juga kalo musti makan selai semanis itu.. makanya deh kadar thickening agent nya ditambahin, dalam hal ini kita pakai pectin. Tujuan nya adalah dalam sejumlah takaran Selai Stroberi yang kita makan ini kita bisa dapetin konsistensi selai yang pas, rasa stroberinya masi kenceng dan ga perlu terlalu manis.
nah yang ke 2 untuk bikin alternatif sumber makanan yang sustainable. Bayangin kalo misalnya 100 tahun lagi ikan salmon punah, terus anak cucu kita ga bisa ngerasain enaknya salmon sashimi misalnya. Nah bahan-bahan molecular gastronomy ini memungkinkan kita membuat texture semirip mungkin sama jenis2 ikan/daging/ayam meskipun tidak mengandung ikan/daging/ayam sama sekali. bisa dibuatkan alternatif nya dari bahan lain kayak jenis makanannya orang2 vegetarian tuh.. daging mereka dibuat dari kaki jamur yang di proses, cumi-cumi vegetarian terbuat dari konyakku, tapi semuanya memiliki penampakan, texture, dan rasa yang paling gak mendekati barang aslinya.
yang ketiga Molecular Gastronomy memungkinkan para chef untuk bereksperimen menyajikan bentuk yang tak terbatas dalam presentasi menunya.. seperti sauce kalau biasa kan encer yah, tapi dengan pake siphon kita bisa rubah rasa saus yang sama tapi bentuknya menjadi foam.. atau mungkin yang biasa di serve dalam bentuk minyak, kini bisa disajikan dalam bentuk bubuk dengan menggunakan tapioca maltodextrin. Atau yang agan bilang diatas kalau ada spherification, reversed spherification dll itu pun juga bisa digunakan. Jadi seorang chef sekarang punya keuntungan deh untuk membuat cerita pada makanannya..
lanjut yaaa... again Molecular gastronomy ini sebenernya ga hanya berupa bahan2 tambahan aja loh. Molecular gastronomy pun ngebahas perubahan molekul pada makanan dalam kondisi panas ( lagi dimasak), misalnya perubahan serat pada steak kalo terlalu lama masaknya jadi alot. Atau kadang kalo masak telor pengennya setengah mateng tapi kok hasilnya selalu mateng yah??? Naaah molecular gastronomy ini mempelajari science dibalik proses memasak sebenernya. intinya molecular gastronomy ga jauh dari kehidupan kita sehari-hari dan bukan barang baru

) semoga membantu yah gan