Agen Terpercaya
Mandala Toto   Jackpot 86
Balaksix   Messipoker
Agen 18   Dunia Jackpot
IBO Play   CMD Play
JP Dewa
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Penderitaan kucing betina

Kenzakilingkar346

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
19 Aug 2021
Post
214
Like diterima
932
Halo semuanya kali ini saya mau membagikan sedikit cerita dari sudut pandang kucing jalanan yang berulang kali mendapat penyiksaan, mungkin di cerita ini ada unsur extreme nya.

Cerita ini cuma imajinasi dan khayalan saja hanya untuk hiburan semata, mohon maaf kalau ada yg tidak suka dengan cerita ini. Cerita ini cuma berdasarkan info dan berita yg tersebar mengenai perlakuan tidak adil dan penyiksaan terhadap kucing jalanan/liar yg saya baca selama ini.



Note :

Kalau rame dan banyak yg minat akan saya lanjutkan tapi kalau banyak yg tidak suka akan saya hapus cerita ini.







Suatu hari di sebuah perkotaan yg ramai terdapat seekor kucing betina yang melihat para manusia sedang berlalu lalang di depannya, kucing betina itu berada di pojok sebuah bangunan kalau di lihat tempat tinggal kucing tersebut sangatlah kotor dan tidak layak, dimana tempat tidur serta untuk berteduh hanya sebuah kardus yang sudah rusak dengan keadaan sekitar yang banyak sampah bekas mamusia itu membuang bungkus makanan atau barang. Kucing betina itu melihat kegitan manusia sambil tiduran dan sekali kali juga mengendap sembunyi karena takut ketahuan pasti akan di usir, pernah suatu ketika kucing betina tersebut karena lapar sekali nekat mencuri sepotong ikan yang terlihat di meja sebuah warung di pinggir jalan karena efek lapar yg tak tertahankan akhirnya kucing betina tersebut langsung saja naik ke atas meja dan mengambil ikan tersebut tanpa melihat kalau itu akan membuatnya tersiksa, setelah ada 5 langkah sambil membawa ikan tersebut kucing betina itu menaruh ikan yg ia bawa lalu memakannya dengan lahap tanpa tahu kalau di belakangnya ada manusia. Saat enak2 makan tiba2 dari belakang sebuah benda mendarat tepat di punggungnya "buuuk" suara tersebut, membuat kucing tersebut tersungkur ketanah sampai tergeletak.





Pov kucing betina



Pada siang hari aku tetap seperti biasanya tidur2 an di kardus yg di kelilingi dengan banyak sampah sambil merasakan sakit di perut karena menahan lapar selama 3 hari, selama ini aku cuma menahan lapar ini dengan minum air bekas hujan atau air comberan. Karena selama 3 hari ini aku belum makan membuat ku ingin makan sesuatu tapi takut akan di tendang,di lepar batu atau lebih parah lagi oleh manusia jahat itu. Sambil menahan lapar aku dengan hati2 keluar dari persembuyianku lalu peegi keluar tapi sebelum keluar aku lihat suasana di luar dengan melihat sekitar sekiranya sudah aman aku pergi menuju sebuah genangan air lalu meminumnya, tapi setelah ku minum berkali kali tetap tidak menghilangkan rasa laparku ini, "uuhhh lapar sekali perutku dari 3 hari belum makan sama sekali" batin si kucing betina tersebut. karena sangat lapar sekali aku pun kembali berjalan jalan keliling kota untuk mencari sisa2 makanan yg dapat ku makan sambil bersembunyi karena takut ketahuan oleh manusia jahat itu, dan setelah perjalanan panjang aku melihat ada sisa makanan di sebuah tong sampah tersebut, "wahh ada makanan" batinku. Tapi saat aku mau menuju kesana ternyata ada sebuah mobil pengangkut sampah yang datang dan dari dalam keluar seorang manusia ku urungakan niatku untuk menuju ke tong sampah tersebut sambil menunggu di sebuah tumpukan barang dekat tong sampah dan menunggu manusia itu menjauh. Tapi nasib buruk datang manusia itu mendekat ke tong sampah itu lalu mengangkat tongnya kemudian menuang isi di dalamnya ke belakang mobil sampahnya setelah itu mengembalikan lagi tong sampah tersebut ke tempat semula dan manusia itu masuk kembali ke mobil pengangkut sampah lalu pergi begitu saja, setelah manusia itu pergi jauh aku lari menuju tong sampah tersebut dan ternyata di dalamnya sudah tidak apa2 nya lagi atau kosong, dengan terpaksa aku harus kembali menahan rasa lapar ini meskipun dalam hati kesal tapi apa daya ku yg hanya seekor kucing. Aku kembali berjalan dengan lemas mengharapkan ada yg memberi makan atau ada makanan sisa yg tergeletak, "ya ampun lapar sekali, apa tidak ada manusia yg baik hati memeberiku makan" batinku dalam setiap peejalanan.



Sampai suatu ketika aku melihat ada sepotong ikan segar yg di taruh di meja sepertinya masih belum di makan membuat rasa laparku semakin bertambah, sebelum itu aku melihat bahwa sepotong ikan tersebut terletak di meja dari sebuah warung di pinggir jalan, warung tersebut kulihat sangat sepi tidak ada seorang pun di situ dengan rasa lapar yg sangat parah aku berlari menuju temoat ikan itu tanpa memikirkan konsekuensinya lalu setelah tiba dengan nekat ku curi sepotong ikan yang terlihat di meja sebuah warung di pinggir jalan karena efek lapar yg tak tertahankan akhirnya aku langsung saja naik ke atas meja dan mengambil ikan tersebut tanpa melihat kalau itu akan membuatku menanggung resiko, kugigit sepotong ikan itu lalu membawanya peegi sejauh mungkin lalu setelah kurasa cukup aku pun menaruh sepotong ikan yang ku bawa lalu memakannya dengan lahap, "enak sekali rasanya, beginikah rasa dari ikan segar sangat beda dengan makanan sisa" batinku dengan ekspresi senang. tak berapa lama ikan itu habis kumakan terasa perutku sangat kenyang sekali hingga sampai menyisakan tulang belulangnya saja tapi rasa senang itu cuma sebentar tanpa ku ketahui dari belakang aku mendapatkan suatu pukulan tepat di daerah punggungku, "bbuukk" "aaahhhh" saat ku lirik kebelakang ternyata ada seorang manusia dengan raut wajah marah sambil membawa sapu besar.



"Dasar kucing kurang ajar itu ikan pesanan pembeli malah kau curi" kata manusia itu dengan nada marah, lalu kembali melesatkan kayunya hingga mengenai perutku yang membuat tersungkur ketanah sampai tergeletak.



"Addduuuhhh ssaakkiitt,jjjaannggaann bbbuunnnuuhh aakkuuu" teriakku tapi itu tidak akan di pahami oleh manusia karena manusia cuma mendengar meongan ku saja.



Sambil mengomel manusia itu kembali memukul mukulkan sapunya ku coba berdiri lalu berlari sekencang mungkin tapi itu seperti peecuma saja manusia tersebut dengan cepat menghadangku lalu melempar batu besar tapi dengan lihai ku hindari yang membuat manusia itu semakin marah aku berlari sambil menahan sakit di perut . Aksi kejar kejaran pun terus berlanjut hingga akhirnya aku sampai di pagar lalu memanjatnya dengan cepat tidka ketinggalan juga manusia itu sampai juga di pagar tempatku memanjat, ku panjat saja tanpa melihat kebelakang karena saking takutnya dan usahaku membuahkan hasil aku sampai di pagar yg paling atas tapi tiba2 "buuuaakk" sebuah batu besar di lemparkan oleh manusia tersebut pas mengenai perutku dan tidak itu saja aku kehilangan ke seimbangan dan terjatuh dengan keras menuju ke bawah "bboookkk" "aaahhh sssaakkiiit" jeritku kesakitan, untungnya aku jatuh di sisi alain pagar jadi manusia itu tidak bisa mengejar lagi lalu pergi menjauh.



Sambil merasakan kesakitan yg luar biasa kurasakan seperti ada sesuatu yg mau keluar dari dalam perutku, ku coba tenang serileks mungkin tapi semakin lama semakin sakit dan mual kutahan lagi selama mungkin sambil berusaha berdiri sekuat mungkin lalu berjalan dengan pelan, sekitar beberapa langkah rasa mual itu semakin bertambah hingga akhirnya bekas pukulan itu terasa sakit lagi sampai suatu ketika kurasa ingin muntah ku cari tempat yang aman tapi rasa muntah ini semakin tidak tertahankan mungkin karena efek pukulan dan lemparan dari manusia tadi, aku sudah tidak bisa menahannya lagi akhirnya "hhhoooeekkkk....ooooeekkkk....hhhheekkkk....hhheekkk...mmmeeooowwww" aku memuntahkan semua isi perutku yg kumakan tadi sampai habis tak tersisa sampai membuatku ambruk dan lemas.



Akhirnya aku pun pingsan karena tidak sanggup menahan rasa sakit ini.



Samar2 terdengar suara dari kejauhan ku paksa membuka mata ini, meskipun masih terasa pusing ku coba untuk membuka mataku dan alangkah terkejutnya karena terlihat ada seorang manusia tepat di depanku yang spontan membuatku terbangun.



"Hhheehh kurang ajar kucing siapa ini berani2nya muntah di rumah kita" terdengar suara manusia itu marah.



Mendengarnya saja sudah membuatku ketakutan setengah mati membayangkan apa yg akan terjadi pada diriku selanjutnya.



"Iiihh...jorok sekali dasar kucing jelek" suara dari manusia satunya.



Salah satu manusia itu dengan cepat menginjak ekorku membuatku semakin kesakitan padahal aku sudah menghindar tapi tetap saja ekorku kena, aku memohon ampun yg mungkin mereka dengar cuma meonganku.



"Ini setrum dia" kata manusia satunya.



"Jjjaannggaannn....ttoolloong...aampun...jjjannggannn...setrum aku. Aku memohon dengan menggerak gerakkan 4 kaki ku sambil mengeong tapi tidak di perdulikan oleh mereka.



Aku cuma bisa pasrah mungkin ini akhir bagiku apa aku akan mati di sini, kulihat dari kejauhan ada seekor kucing jantan berlari kencang lalu melompat ke muka manusia yg menginjak ekorku.



"Aaahhhh kkuuciing sialan"racau manusia itu karena mukanya tercakar oleh kucing jantan itu.



Ku manfaatkan waktu tersebut untuk melarikan diri sejauh mungkin entah berlari kemana yg penting aku bisa kabur dari cengkraman manusia jahat itu. Aku berhenti di sebuah saluran air, "hhhuuuhh...untung aku tadi masih selamat" dengan nafas tersengal sengal aku merebahkan tubuhku di situ, terlihat tubuhku penuh luka mungkin karena perlakuan para manusia jahat.



"Meong" ada seekor kucing jantan datang mengarah kepadaku yg sepertinya dia lah yg tadi menolongku, untung masih ada seekor kucing yg mau menolongku tapi ku lihat dia seperti menyeret kaki bagian belakangnya kuhampiri lalu kuperiksa ternyata kakinya lumpuh mungkin akibat dari perlakuan manusia tadi padahal saat dia menolongku kakinya masih bisa berjalan dan tidak itu saja telinganya pun tinggal 1 yg sebelah kiri buntung lalu matanya hilang 1, banyak sekali terdapat luka di tubuhnya.



Singkat waktu, setelah kejadian itu kami berdua tinggal bersama dan salaing tolong menolong selama hampir 5 bulan an di samping itu juga aku sedang hamil mengandung sejumlah anak kucing di perutku, usia kandunganku sudah 4 bulan semakin lama semakin besar perutku dan harus selalu makan karena di dalam perutku ada sejumlah anak kucing, terkadang aku juga mencari makan tapi akhir2 ini kucing jantan ku lah yg setiap hari keluar mencari makan lalu membawakanku makanan padahal dengan kondisi fisik yg tidak normal dia terus berusaha mencari makan untukku, yg dulunya aku makan 3 hari sekali sekarang 1 hari 2 kali tapi keindahan itu harus hilang begitu cepat saat kandunganku menginjak 4 bulan setengah kucing jantan ku pamit keluar untuk mencari makan tapi dsri pagi sampai malam tidak kunjung datang akupun khawatir akan terjadi hal yg tidak di inginkan, akhirnya kubuang pikiran itu jauh2 lalu kembali tidur keesokan harinya kucing jantanku tetap tidak kembali dengan terpaksa aku harus mencarinya, kucari dan kucari di setiap sudut tempat sampah,bangunan,dan barang2 tapi tidak di temukan hingga suatu hari saat aku berjalan melewati sebuah selokan pinggir jalan ada seekor kucing jantan yg tergeletak tak bernyawa. Aku berjalan dengan susah menuju kucing itu dan betapa kagetnya ternyat itu adalah kucing jantan ku yg selama ini tidak kembali, aku menangis dan kesal yg hanya terdengar meongan saja, terlihat ekornya buntung,kaki bagian depan putus lalu ada bekas pukulan di punggungnya dan ada seutas tali di lehernya mungkin sebelum mati kucing jantan ku telah di siksa oleh manusia jahat itu.



"Kenapa ini harus terjadi pada kami, kami hanya seekor kucing yg tidak berdaya, kami hanya ingin sisa makanan kalian kami tidak menggangu kalian, tolong jangan perlakukan kami seperti ini" teriakku yg hanya terdengar meongan saja.



Dengan langkah yg semakin berat ku langkahkan kakiku untuk mencari makanan agar anak di kandunganku ini bisa tetap sehat syukur bisa hidup saja sudah senang dan juga aku harus segera menemukan tempat yg cocok dan aman untuk melahirkan anak2 ku. Dalam mencari makan kerap juga aku mendapat tendangan, siraman serta lemparan dari manusia itu memang aku kucing yg keras kepala kalau cuma di usir biasa aku akan tetap diam saja dan mengeong, semua itu karena aku ingin sekali di belai dan di cinta oleh seorang manusia tapi itu juga yg membuatku kerap mendapat perlakuan kejam dari manusia. Pada suatu hari perutku terasa lapar ku cari makanan di setiap tempat tapi tetap tidak ketemu hingga akhirnya aku kembali nekat mencari makan di sebuah rumah berharap ada sedikit makanan untuk anak2 dalam kandunganku, berjam jam aku berkeliling ke setiap rumah dengan sangat hati2 agar tidak ketahuan para manusia jahat itu saat aku sudah lelah dan putus asa terlihat ada sebuah ikan utuh yg segar di taruh di piring yang terletak di sebuah rumah, ku hampiri rumah tersebut ternyata ikan utuh tersebut ada di jendela ku panjat dengan semua tenagaku lalu se sampainya di jendela itu langsung saja ku gigit ikannya bersamaan juga manusia itu melihatku menggiti ikan utuhnya.



Reflek aku langsung melompat dari tingginya jendela tersebut karena aku hampir saja terkena lemparan kayu yang membuatku mendarat secara keras di bagian perut membuatku semakin khawatir akan keadaan bayi kucing di perutku tidak berhenti di situ sebelum aku bisa berdiri manusia itu sudah ada di belakangku lalu memukul kayu tadi mengenai tepat di perutku yg sedang mengandung bayi itu secara keras membuatku kejang sebentar, "aaaahhhhh sssaakkkiitt" racauku sambil mengejang merasakan sakit.



Pukulan itu pun terus berlanjut padahal aku sudah mengeong sangat keras sampai mengejang tapi tetap manusia jahat itu memukulkan kayunya mengenai badanku terutama perut, sampai akhirnya aku terkencing yang membuat manusia itu bertambah marah membuat pukulan kayu itu menjadi membabi buta, entah berapa kali aku mendapat pukulan itu yg pasti itu membuatku sangat kesakitan sampai2 kotoranku pun ikut keluar karena terkena pukulan tersebut, setelah puas memukulku dengan badan yg lemas dan pandangan yg mulai kabur manusia itu mengangkatku keluar halaman rumahnya lalu melemparku dengan kencang ke arah sampah yg menambah rasa sakitku.



Malamnya aku terbangun dengan bdan yg sakit dan anak di kandunganku terasa beegerak gerak sangat kencang mungkin mau keluar, sepertinya waktuku mau melahirkan akan datang dengan badan yg kesakitan aku melangkahkan kakiku mencari tempat yg aman untuk anak2 kucing di perutku. Mungkin sudah tidak ada waktu lagi buat ku untuk mencari tempat yg cocok mau tidak mau aku harus melahirkan di tempat dimana manusia tadi memukulku sampai sekarat.



"Tidak apa apa ini demi anak2 ku" batinku lalu beranjak pergi,melompati pagar rumah tersebut, terlihat ada sebuah lemari jelek yg terletak di belakang rumah, dengan cepat aku masuk kedalam lemari tersebut lalu mempersiapkan agar kelahiran anak2 ku.
 
Terakhir diubah:

Kenzakilingkar346

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
19 Aug 2021
Post
214
Like diterima
932
Kali ini saya akan update cerita tentang penderitaan kucing betina, Selamat membaca dan Selamat bermalam minggu bagi yg tidak keluar rumah atau jomblo ๐Ÿ˜‚ ๐Ÿคฃ ๐Ÿคฃ ๐Ÿ˜‚


Note : kisah ini cuma untuk hiburan saja dan kalau banyak yg suka akan saya lanjutkan tapi kalau banyak yg tidak suka atau banyak yg DM tidak suka akan langsung saya hapus semua ceritanya. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚


Bagian 2 : Awal Penderitaanku

Pov kucing betina

Sesampainya di dalam lemari aku mencari tempat yang cocok dan hangat tapi di dalam sepertinya tidak ada bekas kain maupun selembar kertas, ini samgat buruk sekali mengingat bayi kucing tidak akan bisa hangat tanpa selembar kain untuk menutupi tubuhnya dari dinginnya udara luar. Aku harus memilih apakah harus melahirkan sekarang tapi nanti anak2 ku kedinginan atau mencari kain agar anak2 ku nanti tidak kedinginan dan menahan lahirnya anakku, ku coba berpikir secepat mungkin karena perutku mulai sakit dan bergerak gerak. Akhirnya kuputuskan untuk mencari dulu selembar kain untuk selimut anak2 ku nanti, aku melangkah keluar lemari secara pelan2 takut kalau ketahuan manusia jahat yg memukulku tadi, aku berjalan sambil menahan sakit tidak di perut saja tapi semua tubuh akibat luka yg ku derita selama ini. Aku mengelilingi seluruh halaman rumah itu sekiranya ada selembar kain tapi hasilnya nihil tidak ada satu pun kain yg ada jadi mau tidak mau aku harus berani masuk kerumah itu untuk mencari kain seadanya karena saat ini aku sudah tidak tahan lagi menahan kelahiran anakku, dari mulutku keluar meongan bersuara rendah tanda aku menahan kelahiran anak2 ku sambil menahan rasa sakit aku mencari celah agar bisa masuk ke rumah tersebut.

"Semoga ada celah untuk masuk, ya ampun susah sekali jadi kucing jalanan" gumamku sambil mencari celah untuk masuk kedalam rumah itu.

Selang beberapa menit aku menemukan celah untuk masuk tapi sangat beresiko sekali bahkan mungkin bisa mengancam nyawaku dan anak2 ku karena tempat untuk masuk itu ada di atasnya pintu bagian depan rumah itu dan di dalamnya ada manusia yg tadi sempat memukulku. Aku berjalan mondar mandir di luar rumah itu untuk mematangkan pemikiranku apakah sudah tepat pilihanku untuk lewat celah itu, "Demi anak2 ku aku harus berani melewati rintangan ini" dengan berani kuputuskan untuk masuk melewati celah tersebut, aku bersiap mencari jalan untuk ke atas dengan memanjat di meja luar lalu meraih dinding yg sangat licin tenagaku semakin berkurang rasanya ingin jatuh karena sudah tidak sanggup lagi. Kemudian entah darimana semangatku tiba2 muncul karena memikirkan nasib anak2 ku ku gapai erat2 dinding demi dinding dan akhirnya membuahkan hasil aku berhasil naik ke celah itu dan sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya aku masuk tanpa di ketahui oleh manusia itu, aku melihat sekitar mencari tumpuan untukku mendarat dan terlihat ada sebuah sofa di situ jadi tidak sakit saat akuendarat nanti. Selangkah demi selangkah aku bersiap untuk melompat dan..."1..2..3" aku melompat menuju sofa tersebut dengan kencang sampai membuat suara saat mendarat ke sofa yang lebih buruknya bagian yg mendarat duluan adalah bagian bawah tubuhku jadi perutku terhentak sangat keras membuat salah satu anakku keluar dari perutku, aku mengeong karena kesakitan yang membuat kaget manusia tersebut. Aku takut kalau sampai ketahuan manusia jahat itu tapi apa daya badanku sangat sakit aku hanya bisa berguling saja dan terlihat 1 anakku telah keluar "gawwaatt...aannkkuu...kkeelluuar..saaattuu"rintihku dengan mengeong.

Dan yg kutakuti akhirnya terjadi manusia tersebut teelihat sangat marah melihat diriku yang secara tidak sengaja mengotori sofanya dengan cairan anakku yg baru lahir membuatku sangat ketakutan. "Dasar kucing sialan, malah melahirkan di sofaku...rasakan ini" kata manusia itu kemudian mengambil sebuah kayu dan tali di meja lalu menghampiriku, aku berusaha bangkit dari sofa itu dan mencoba kabur untuk menghindari manusia kejam tersebut secepat mungkin, saat aku melangkah mau kabur sebuah kayu mendarat di kepalaku "buuukkk" "aaahhh....ssaaakkiitt" rintihku dengan mengeong secara keras tapi tidak di hiraukan oleh manusia tersebut lalu manusia tersebut kembali memukulku di bagian perut samping yg menambah rasa sakit tapi aku lebih khawatir akan nasib anakku. Kemudian manusia itu meremas badanku dengan keras lalu membawaku keluar ke halaman belakang.
Sesampainya di situ aku di hempaskan ke lantai hingga membuatku kesakitan kemudian manusia itu mengatur posisiku untuk rebahan dan menali 4 kakiku agar tetbuka lebar2, aku hanya bisa pasrah dengan keadaan ku entah penyiksaan apa yang akan menungguku kali ini karena terlihat aku seperti akan di siksa. Selang beberapa waktu manusia itu kembali dari dalam dengan membawa sebuah kabel dan kotak entah apa itu tapi yg jelas salah satu kabel itu di tancapkan ke badanku yg berjumlah 2 lalu kejadian paling buruk terjadi manusia itu seperti menyalakan sesuatu yg membuat tubuhku tersetrum sangat hebat, ternyat itu adalah alat setrum yg di gunakan ke diriku, alat itu terus menyetrum tubuhku secara terus menerus membuatku tidak berhentinya mengeong kesakitan sampai2 air mataku mengalir.
Semakin aku tersiksa semakin membuat manusia kejam itu tersenyum bahagia dia terlihat senang sekali menyiksa diriku, aku terus mengeong semakin keras memohon ampun agar di hentikan penderitaan ini tapi nasib berkata lain alat setrumnya bertambah kencang kali ini sampai membuatku kejang2 hingga kencing,kotoran ku keluar semua. "Mmmmmeeeeeooonnnggggg....mmmmeeooonngggg....aaahhhhooouuuueee...ssaaakkkkiiittt.....aaaammmpppuuunnn"jeritku yang tidak di hiraukan manusia itu.

Setrum itu sangat kencang hingga kali ini aku sudah tidak bisa menahan lagi akhirnya keluar juga anak2 ku dengan cepat tanpa berhenti bersamaan dengan lencing dan kotoranku, "aaaaaahhhhhggggeehhh.....ssssaakkiiittt...aaammmppuuunnn....aammmpppuunn" teriakku yg sangat kesakitan "apa salahku, aku cuma ingin mencari tempat untuk melahirkan dan mencari kain untuk kelahiran anak2 ku tapi kenapa yg kudapat malah ini" batinku yang mulai kehilangan kesadaranku akibat perlakuan kejam manusia tersebut.

Di sisa2 tenagaku terlihat semua anak2 ku sudah keluar sambil mencari induknya untuk mencari susu, ada yg melangkah sedikit2 ada yg masih tertidur. Di waktu2 terakhir aku pun tergeletak lemas dan pingsan saat tersadar aku sudah ada di sebuah kardus yang ternyata aku masih hidup, beruntung aku tidak mati karena ulah manusia tadi tapi kurasakan seperti ada sesuatu di lubang anusku, ku gerak2 kan dan ku gesek2 kan seperti ada sesuatu yg menonjol. Ku lihat sejelas mungkin dan betapa terkejutnya diriku tenyata di libang anusku terdapat seperti kain yg tersumpal di lubang anusku, ku tarik2, ku raih dengan kaki ku tapi tidak membuahkan hasil kain itu seperti menempel sekali di lubang anusku. "Tidak salah lagi ini pasti perbiatan manusia kejam itu" batinku dengan menangis "Oh iya dimana anak2 ku, apakah mereka baik2 saja" seketika lamunanku berhenti setelah mengingat bahwa anak2 ku tidak ada di sampingku. Kardus ini telah di tutup dengan rapat susah sekali untuk di buka aku seperti terkurung di dalam sini, aku harus membuat lubang untuk bisa keluar, ku cakar2 dan ku gigit2 dinding kardus itu sekuat mungkin agar bisa membuat lubang saat sedang fokus membuat lubang di kardus ku terdengar ada suara meongan di sebelah kardusku suaranya seperti anak kucing, "Apakah itu suara anak2 ku" batinku. Karena mendengar suara itu aku seperti mendapat tambahan semangat lagi ku cakar2 dan ku gigit2 kardus itu sampai berjam jam dan akhirnya usahaku mendapatkan hasil kardus itu berlubang meskipun tidak terlalu besar mungkin cukup untuk diriku keluar. Aku terus menerus membuat lubang di kardus itu agar menjadi lebar tanpa henti berharap aku bisa cepat keluar dan menemui anak2 ku.

Setelah berusaha mati2 an membuat lubang untuk keluar akhirnya aku berhasil membuat lubang yg pas untuk diriku keluar, betapa senangnya diriku karena akhirnya bisa keluar dari kardus hampa tersebut, aku berjalan sambil mencari asal suara tersebut yg sepertinya mengarah di dekat selokan. Saat sudah dekat aku melihat ada sebuah kardus di situ yg tidak begitu besar ku coba mengeong dan ternyata ada yg membalas suaranya tidak salah lagi suara anak kucing. Dengan semangat ku coba sekuat mungkin untuk membuka kardus tersebut dan betapa senangnya ternyata benar mereka adalah anak2 ku, kulihat semuanya ada 3 tapi yg membuat ke gembiraanku padam adalah melihat ketiga anak2 ku kaki bagain belakangnya seperti lumpuh dan seperti habis terinjak. mereka berjalan sambil menyeret kaki bagian belakangnya dan yg satu lagi tidur, ku hampiri yg tertidur lalu ku bangunkan tapi tidak ada respon sama sekali ku coba lagi sekiranya ada respon tapi tetap tidak ada, aku cium dan ku dekati ternyata anakku yg tertidur ini sebenarnya sudah mati.

Hatiku sangat kesal bercampur sedih melihat anakku mati aku ingin hidup damai dan tenang tapi kenapa para manusia jahat itu selalu menindas kami kucing jalanan, aku hanya bisa menangis mengharapkan suatu saat bisa menemukan tempat yg layak untuk ke 2 anakku meskipun aku sendiri harus mati.
 
Terakhir diubah:
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of LS Media Ltd