188 Bet - Online
Sbo Hoki Online   Oppa Bet Online
Senior Bola - Agen Bola
Live Score Online
Toto Alpha - Agen Bola   Togel Matrix
Fass Bet Online
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Tahun QQ, Agen Bola   Premier 189 online
FifaQQ online   Bandar 855 online
Sport 855 online   Bandar 855 online
Sport 855 online   MSN Poker online
Gubuk Bola 88 online   Agen Togel Online (indoDingDong)
Asus Togel online   Sarana Cash online
Kartu Demen online   Happistar online
99 Cash online   Bandar 808 online
Jaya Gaming online   Bisa Buka online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us, bukan lewat WA / BBM / Line / Wechat / dll.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Dulunya, Beras ternyata bukan makanan pokok bangsa Indonesia

juemboet

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
20 May 2010
Post
69
Like diterima
393
Tulisan ini berisi informasi sejarah yang isunya relevan dengan isu aktual hari ini yaitu beras.

Sehidup Semati Bersama Nasi

Seketika melintas empat ekor burung: perkutut, puter, derkuku merah, dan merpati hitam tunggangan Bhatara Sri. Lima anak Raja Makukuhan memburu dan berhasil menembak dengan ketapel. Jatuhlah tembolok burung-burung itu yang berisi biji berwarna putih, kuning, merah, dan hitam. Karena baunya wangi semerbak, kelima anak raja memakan biji berwarna kuning sampai habis dan hanya menyisakan kulitnya.

Raja Makukuhan mengambil lalu menanamnya. Dari biji-biji itu tumbuhlah padi putih, hitam, dan merah. Sementara dari kulit biji berwarna kuning tumbuh kunyit.

Kisah itu termuat dalam naskah kuno Tantu Panggelaran, yang digubah sekira abad ke-15. Mitos munculnya padi juga termaktub dan berbagai naskah kuno dan cerita lisan, dengan bermacam versi.

Padi, yang diolah menjadi beras dan ditanak jadi nasi, memang tak bisa dipisahkan dari hajat hidup masyarakat Indonesia. Namun ternyata beras sebagai makanan pokok di Asia Tenggara masih kalah tua dari makanan pokok lain macam sagu, talas/keladi, dan sejenis gandum.

Padi berasal dari India, yang kemudian menyebar ke sejumlah wilayah dan sampai ke Nusantara. Pada abad ke-15, tulis Anthony Reid dalam Asia Tenggara Kurun Niaga 1450-1680, padi atau beras sudah menjadi tanaman yang lebih disukai karena dapat tumbuh dengan baik.

Beras sudah diperdagangkan saat Kongsi Dagang Hindia Belanda (VOC) memulai petualangannya di Hindia Belanda. Selain Jawa, kantong-kantong produksi beras muncul di Lombok, Sulawesi Selatan, dan Sumbawa. Produksi beras ditingkatkan di masa kolonial, bahkan mengekspornya ke Belanda dan negara-negara Asia Selatan. Kendati demikian, beras belum menjadi makanan pokok.

Menurut A.M.P.A Scheltema, pejabat Biro Pusat Statistik Hindia Belanda yang mengawasi Pertanian Pribumi, sebagian masyarakat masih memandang beras sebagai komoditas utama perdagangan. Jadi, meski terdapat jumlah produksi beras yang besar pada distrik tertentu, rakyat setempat lebih memilih sumber pangan yang lebih murah seperti jagung dan singkong dan menjual beras yang mereka hasilkan. Selain itu, faktor adat mempengaruhi konsumsi makanan. Seseorang menganggap makanan paling enak adalah makanan yang sudah disukai sejak nenek moyang mereka.

“Dapat dikatakan bahwa beras belum menjadi makanan utama bagi sebagian besar penduduk pribumi, setidaknya sampai paruh pertama abad ke-19, dan bahwa makan nasi menjadi semakin penting dalam seratus tahun terakhir adalah akibat perluasan sawah secara besar-besaran,” tulis A.M.P.A Scheltema, “Konsumsi Pangan Penduduk Pribumi di Jawa dan Madura”, termuat di Sejarah Statistik Ekonomi Indonesia suntingan Pieter Creutzberg dan J.T.M van Laanen.

Kendati jumlah sawah meningkat, produksi padi tak kunjung membaik karena paceklik atau gagal panen. Paceklik mendorong masyarakat berpaling dari beras. Hingga masa akhir kolonial, upaya meningkatkan produksi beras masih berhasil. Sementara konsumsi nasi terus meningkat.

Kini, sebagian masyarakat Indonesia makan nasi. Keterikatan pada nasi kemudian jadi masalah ketika produksi padi menurun. Sejarah mencatat, dari era Sukarno sampai Soeharto, pemerintah berupaya keras menggenjot produksi padi dan seiring dengan itu melancarkan program diversifikasi pangan.

Apa mau dikata, orang bilang rasanya belum makan jika tanpa nasi. Katanya, belum kenyang.

Sumber: http://historia.id/kuliner/sehidup-semati-bersama-nasi
 

borrays

Pendekar Semprot
Daftar
30 Mar 2012
Post
1.793
Like diterima
1.509
Setau ane padi berasal dri wilayah asia tenggara baru menyebar ke India, China, Jepang & Korea. beras putih sendiri awalnya bukan beras rakyat, tp krn type ini yg paling cepat dipanen walhasil jadi varietas unggulan. Karbohdrat & gula yg tkandung d beras putih sbnarnya cukup berbahaya bg kesehatan. Karena itu ane saranin cukup 1x sehari makan beras putih ini.
 

xlxxlx

x | x x | x
Donatur
Daftar
1 Nov 2018
Post
¼
Like diterima
1.199
Mau nasi mau mie mau roti…

Yang penting ngunyah dulu, kalo gak kenyang nambah lagi hahahahaha...
 

Heshato

Suka Semprot
Daftar
22 Jan 2019
Post
13
Like diterima
2
Wah bagus ya artikelnya. Menurutku nasi bukan cuma makanan sehat, tapi juga bisa dikombinasikan sama makanan lainnya. Aku sih selalu makan dan masak nasi, biasanya sama lauk beda2 juga sih. Tapi kalo bisa sih makan makanan padat lain itu juga sehat, jadi bukan nasi aja.
 

LiviaLiu

Semprot Baru
Daftar
3 Mar 2019
Post
40
Like diterima
27
Lokasi
Bandung
yg membuat stigma itu sendiri dri masyarakat itu sendiri
seolah2 kalau tidak makan nasi berarti tidak mampu
padahal secara ilmiah bukan beras aja yg menjadi makanan pokok

di beberapa daerah terpencil saya msih liat yg memanfaatkan sagu, ataupun beras jagung untuk makanan pokok
dan mereka juga sehat2 saja, beberapa tahun lalu saya ingat pemerintah pernah ada campaign untuk menyamaratakan
makanan pokok, tapi gk selang beberapa bulan udah ilang tuh poster2 dan iklannya.
memang harus di sosialisasikan lebih lanjut masalah ini, selain menghilangkan stigmanya, juga membantu perekonomian
agar lebih merata perkembangan agrikultur indonesia, juga mungkin bisa meringankan impor beras dari luar negeri
walaupun mungkin nanti imbasnya di petani padi harga bisa merosot, namun di sektor tanaman lainnya kan bisa meningkat.
 

Et397

Semprot Lover
Daftar
17 Jun 2017
Post
254
Like diterima
58
Inti artikelnya menarik hu... Setahu ane . Bukan hanya beras yang menghasilkan karbohidrat tapi banyak jenis tanaman lainnya kayak gandum sagu jagung dll....

Dan setahu ane yah hu... Benarkan aja kalau ane salah... Beras itu bagus untuk kesehatan... Kalau berlebihan yang berbahaya hu... Karena bisa menyebabkan diabetes... Setahu ane lah hu....
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys   Asia 303
Domino168 - Agen Bola   Bandar 808 online
Jaya Gaming online
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Current URL :